Kamis, 27 Desember 2012

Sistem & Metode Pembayaran E-Commerce



Dalam setiap aktivitasnya, e-commerce menggunakan transmisi electronic data interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimile, dan electronic funds transfer yang berkenaan dengan transaksitransaksi belanja di internet shopping, online, dan lain-lainya.

Menurut riset Forrester, perdagangan elektronik telah menghasilkan penjualan seharga US$ 12,2 miliar pada 2003. Sementera laporan lain menyebutkan, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai triliunan dolar AS pada 2011.

Efisien dan Efektif
E-commerce kini memang telah menjadi bagian penting dari system pembayaran. Dengan e-commerce suplai bahkan bisa menciptakan kebutuhannya sendiri. Makanya semakin besar perusahaan e-commerce akan semakin besar pula permintaan jasa perdagangan elektronik.
Dalam sebuah perusahaan yang telah menggunakan e-commerce sebagai sistem transaksi atau pembayaran, indikator nilai keekonomiannya akan tampak melalui beberapa hal: apakah kehadirannya dapat meningkatkan pangsa pasar, mampu biaya operasional, memperluas jangkauan, meningkatkan loyalitas pelanggan, meningkatkan efisiensi, dan memperpendek waktu produksi. Singkatnya, dengan menggunakan e-commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Metode Pembayaran dalam dunia E – Commerce :

1.Credit Card
Model pembayaran yang paling banyak digunakan dalam proses transaksi
2. e-Cash
Suatu account khusus untuk pembayaran melalui internet.
3. Smart Card (cash  Card)
Proses penggunaannya hampir sama dengan ATM, yakni pada saat trasnsaksi, uang langsung di debet. Untuk pembayaran di internet, user/customer harus memiliki smart card reader. Dalam pemakaiannya, alat khusus ini disambungkan ke port serial di komputer. Pada saat melakukan transaksi, kartu smart card harus digesekkan ke alat tersebut, sehingga chip yang terdapat di kartu dapat dibaca oleh komputer Untuk softwarenya, digunakan software bernama ‘e-wallet’. Contoh web site yang telah menyediakan smartcard untuk pembayaran adalah http://www.discvault.com.
4. i-Check
Model pembayaran dengan menggunakan check. Contoh situs adalah http://www.icheck.com.
5. Transaksi Model ATM
yang menyangkut hanya institusi finansial dan pemegang account yang akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing-masing. Pembayaran dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa perantara menggunakan uang nasional-nya. Pembayaran dengan perantaraan pihak ke tiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut debit, kredit maupun check masuk dalam kategori ini. Ada beberapa metoda pembayaran yang dapat digunakan, yaitu: Sistem pembayaran kartu kredit on-line dan Sistem pembayaran check on-line.
5. Micropayment
Dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang kecil-kecil. Mekanisme micropayment ini penting dikembangkan karena sangat diperlukan pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang tingi
6. Anonymous Digital Cash
Uang elektronik yang di enkripsi, di dahului oleh David Chaum dengan Digicash-nya (http://www.digicash.com). Uang elektronik menjamin privacy dari user cash sama terjaminnya seperti uang kertas maupun coin yang kita kenal. Metoda pembayaran yang terakhir ini adalah yang paling sulit untuk di implementasikan di bandingkan empat (4) metoda yang disebutkan terdahulu. Berbeda dengan metoda-metoda pembayaran yang sebelumnya yang umumnya terkait pada check, kartu kredit maupun pihak ketiga yang dalam prosesnya selalu ada proses pencatatan identitas pemakai.
 Sistem Transaksi dalam dunia E – Commerce :
Order Belanja dengan FORM
Cara ini merchant menyediakan daftar katalog barang dengan deskripsinya. Dan biasanya saat tahap order produk didivisualisasikan tidak beserta gambar.
Bagian dalam Order Belanja dengan FORM :
Bagian pertama berisi check box yang dibuat untuk memberi kesempatan pada Customer untuk memilih produk yang ditawarkan dengan menklik kotak untuk diberi tanda check.
Bagian kedua berisi penejelasan produk yang ditawarkan
Bagian ketiga berisi kuantitas barang yang dipesan
Bagian lain (paling kanan) berisi harga tiap produk.

Source :           http://tedilukmana.wordpress.com/2011/05/15/metode-pembayaran-sistem-transaksi-e-commerce/

Keamanan Dalam E-Commerce



Sistem Keamanan Informasi: Merupakan penerapan teknologi untuk mencapai tujuan-tujuan keamanan system informasi dengan menggunakan bidang-bidang utama yaitu:
- Sistem Keamanan Komunikasi (Communications security) merupakan perlindungan terhadap informasi ketika di kirim dari sebuah sistem ke sistem lainnya.
- Keamanan Komputer (Computer security) adalah perlindungan terhadap sistem informasi komputer itu sendiri.
- Keamanan secara fisik seperti pengamanan oleh penjaga keamanan, pintu yang terkunci, sistem control fisik lainnya, dan sebagainya.
- Keamanan Personal meliputi kepribadian orang-orang yang mengoperasikan atau memilki hubungan langsung dengan sistem tersebut.
- Keamanan administrative contohnya mengadakan control terhadap perangkat-perangkat lunak yang digunakan, mengecek kembali semua kejadian-kejadian yang telah diperiksa sebelumnya dan sebagainya.
- Keamanan media yang digunakan meliputi pengontrolan terhadap media penyimpanan yang ada dan menjamin bahwa media penyimpanan yang mengandung informasi sensitive tersebut tidak mudah hilang begitu saja.

Faktor Keamanan
Pengelolaan dan penjagaan keamanan secara fisik.
Penambahan perangkat-perangkat elektronik (perangkat lunak dan perangkat keras) untuk melindungi data, sarana komunikasi serta transaksi



·         Pilar Keamanan Sistem E-Commerce
    Authentication (keabsahan pengirim)
    Identitas pengguna/pengirim data teridentifikasi (tidak ada kemungkinan penipuan)
    Confidentiality (kerahasiaan data)
    data tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berhak
    Integrity (keaslian data)
    data tidak dapat diubah secara tidak sah
    Non-Repudiation (anti-penyangkalan)
    tidak ada penyangkalan pengiriman data (dari pihak penerima terhadap pihak pengirim)



·         Ancaman Keamanan dan Solusi
    Pencegatan data , pembacaan dan modifikasi data secara tidak sah
    Kecurangan (fraud) yang dilakukan oleh orang-orang yang  identitasnya tidak diketahui
    Akses yang tidak sah oleh seseorang terhadap data milik orang lain.


·         Solusi
    Enkripsi  (Menyandikan data)
    Otentifikasi  (Melakukan verifikasi terhadap identitas pengirim dan penerima)
    Firewall  ( Menyaring serta Melindungi lalu lintas data di jaringan atau server)

·         Meningkatkan keamanan (sisi bisnis)
    Risk analysis untuk menentukan aset dan resiko
    Bagaimana dampak lubang keamanan terhadap bisnis?
    Buat rencana (plan) dan alokasikan dana (budget)
    Tentukan kebijakan


·         Meningkatkan keamanan (sisi teknis)
    Penggunaan teknologi kriptografi, enkripsi
    Penggunaan kunci publik (public key)
    Kebutuhan Infrastruktur Kunci Publik (IKP)/ [Public Key Infrastructure - PKI]
    Certification Authority (CA)
    Public key server, Certificate Repository
    Certificate Revocation Lists (CRL)
    Penggunaan smartcard dapat membantu


·         Keamanan untuk Jaringan: Firewall
    Saat kita menghubungkan sumberdaya perusahaan ke jaringan publik seperti internet, kita meletakkan data-data & sistem komputer kita dlm keadaan yg beresiko tinggi. Tanpa menggunakan firewall, baik keamanan data maupun integritas data merupakan sasaran serangan bagi para hacker.
    Firewall dpt melindungi serangan-serangan pada protokol individual atau aplikasi, dan dapar secara efektif melindungi sistem komputer dari spoofing (program2 merusak yg menyamar sebagai aplikasi2 yg bermanfaat)

Source :           http://firmatha.wordpress.com/2012/11/01/keamanan-e-commerce/

B2B VS B2C



Definisi B2B Dan B2C

1.      Business-To-Business (B2B)
Business-to-business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer.
Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utama untuk ini adalah bahwa dalam rantai pasokan yang khas akan ada banyak transaksi yang melibatkan B2B subkomponen atau bahan baku, dan hanya satu transaksi B2C, khususnya penjualan produk jadi ke konsumen akhir. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir, kendaraan yang sudah selesai dijual ke konsumen, adalah satu (B2C) transaksi.

2.      Business-To-Consumer (B2C)
Business-to-Customer merupakan kegiatan yang menggambarkan bisnis melayani antara konsumen akhir dengan produk / jasa. Contoh: Transaksi B2C seseorang akan membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu yang tersedia untuk pembelian, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll.

B2B VS B2C
Perbedaan B2B dan B2C meliputi banyak aspek. Jika produk dalam B2C cenderung standar, dalam B2B biasanya dilakukan customization sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini yang membuat hubungan antara pembeli dan penjual dalam B2C biasanya tidak personal, sedangkan dalam B2B, terjalin hubungan personal yang lebih rapat.

Jika dalam B2C pengelolaan pemasarannya disentralisasi oleh divisi pemasaran/penjualan, dalam B2B yang terjadi adalah integrasi dari banyak divisi dalam perusahaan yang terlibat dalam proses – selain pemasaran dan penjualan – yaitu R&D, produksi, servis dan keuangan.  Pengambilan keputusan di B2B juga bukan merupakan keputusan individu, melainkan berkelompok, karena produk/jasa tidak digunakan untuk kepentingan pribadi tetapi kepentingan perusahaan.

Tantangan terberat dalam proses branding/positioning B2B adalah pada saat memilih posisi apa yang tepat baginya. Karena yang dihadapi adalah situasi multi-dimensi, dimana keputusan untuk memilih sebuah produk/servis adalah gabungan dari berbagai kepentingan, dimana benang merah yang bisa menghubungkan rangkaian value tersebut? Positioning harus mencakup hal-hal mendasar yang kritikal bagi semua. Untuk mengerti sepenuhnya sebuah organization buying process, dibutuhkan studi/riset ethnography yang bisa menjelaskan peran dan interaksi antar aktor penting.

Perbedaan yang menyolok antara B2B dan B2C adalah dari segi budget komunikasi. Dalam situasi pengembangan brand B2B, terbatasnya budget komunikasi harus disikapi dengan peningkatan efektivitas komunikasi media, misalnya dengan fokus pada media-media yang lebih segmented dan juga keikutsertaan dalam berbagai acara/pameran. Memanfaatkan media Internet, misalnya dengan mempunyai website corporate yang bersifat interaktif dan komprehensif.

Pembinaan reputasi brand B2B secara umum tentu harus dibarengi dengan performance yang prima. Benefit umum seperti kredibilitas, dapat dipercaya, memberikan kemudahan dalam berbisnis, dll, harus dibina dan dipertahankan terus. Benefit yang bersifat khusus atau unik, seperti keahlian yang khusus di bidangnya, dukungan teknologi terbaru, dll – bisa menjadi sebuah differentiator yang akan membedakan perusahaan B2B ini dari sederet pemain pesaing lainnya. Benefit yang bersifat intangible memang lebih mahal untuk dikembangkan, tetapi apabila hal ini sudah dipahami dan diterima oleh target audiensnya, akan membentuk sustainable competitive advantage yang sulit ditiru.

Kekuatan sebuah Brand B2B bisa dilihat pada saat proses pemilihan oleh prospek, dimana brand yang sudah punya makna-makna positif dan unik, akan memberikan semacam jaminan tersendiri bagi aktor pengambil keputusan, karena kegagalan dalam memilih produk yang baik sangat mungkin akan mempengaruhi karir mereka.

Persepsi stakeholders terhadap perusahaan, disadari atau tidak, terbentuk melalui sebuah proses. Pada dasarnya kita semua dihadapkan pada dua pilihan – Memilih positioning sendiri atau stakeholders yang akan memposisikan bisnis kita. Memilih sendiri berarti mempunyai kesempatan untuk mengidentifikasi posisi apa yang terbaik dan paling feasible untuk perusahaan. Sebaliknya, tidak banyak pilihan jika jurusnya hanya menunggu hingga stakeholders yang memposisikan. Bagaimana bila persepsi berkembang ke arah lain? Sangat tinggi resikonya!

Langkah awal yang perlu ditempuh perusahaan B2B yang ingin melakukan branding adalah mencari tau terlebih dahulu, bermakna seperti apakah corporate brand Anda pada saat ini? Apakah sudah seperti yang dibayangkan? Jika belum, review kembali apa yang kurang dari performance perusahaan, lalu benahi. Proses branding/positioning secara paralel bisa dimulai pada saat pembenahan tersebut.


Source :           http://amaliamaulana.com/published-article/perlukah-branding-untuk-b2b/

Minggu, 28 Oktober 2012

Metode Periklanan Online

Definisi Online Advertising?

Online advertising adalah metode periklanan dengan menggunakan internet dan World Wide Web dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan. Meskipun kata itu sendiri menggambarkan hanya satu agenda, iklan online biasanya dibagi menjadi beberapa bagian atau teknik. Menurut para professionasl Internet Advertising, iklan online meliputi beberapa teknik seperti iklan kontekstual pada halaman hasil mesin pencari(search engine), iklan banner (banner ads), Rich Media Ads (periklanan dengan melibatkan media interactiv digital seperti audio dan video streaming), iklan jaringan sosial (social network advertising), iklan online berdasarkan klasifikasi (online classified advertising), jaringan periklanan (advertising networks) dan e-mail marketing, serta bahkan e - mail spam.

Menurut konsultan Internet Advertising, keuntungan menggunakan iklan online meliputi:
Segera menerbitkan informasi dan konten. Salah satu dari banyak perjuangan mendirikan sebuah iklan adalah waktu bahwa perusahaan-perusahaan harus menunggu sebelum benar-benar membuat iklan mereka di publikasikan. Online advertising, bagaimanapun, membuat ini lebih mudah dan lebih cepat, serta tidak membatasi cakupan geografis dan waktu. Untuk itu, iklan interaktif yang muncul menghadirkan tantangan-tantangan segar bagi pengiklan, yang hingga kini masih mengadopsi strategi interruptive (contoh iklan TV).

Efisiensi investasi pengiklan. Online advertising memungkinkan untuk penyesuaian iklan, termasuk konten dan diposting website. Sebagai contoh, AdWords dan AdSense memungkinkan iklan yang ditampilkan di halaman Web yang relevan atau berada disamping hasil pencarian dengan kata kunci yang telah dipilih dulu.

Metode Pembayaran. Apa pun variasi pembelian yang dipilih, pembayaran biasanya relatif dengan respon audiens, apa lagi dengan banyaknya payment processor online yang ada saat ini banyak tersedia seprti paypal, alertpay, Neteler dan ain sebagainya.


Ada beberapa metode-metode yang bisa dilakukan untuk menerapkan periklanan online, yaitu:
Banner
Pada halaman Web, tampilan iklan grafis terhubung ke halaman web pengiklan


2. Keyword Banner
Banner iklan yang muncul ketika sebuah kata yang telah ditentukan dipertanyakan dari mesin pencar
i

3. Random Banner
Banner iklan yang muncul secara acak, bukan sebagai hasil dari aksi pengguna


4. Keuntungan dan Keterbatasan Banner Iklan
Manfaat utama adalah pengguna ditransfer langsung ke situs pengiklan
- Kerugian utama dari spanduk adalah biaya mereka


5. Banner Swapping
Sebuah perjanjian/kesepakatan antara dua perusahaan untuk setiap tampilan iklan banner lain di situs Web-nya

6. Banner Exchanges
Pasar di mana perusahaan dapat melakukan perdagangan atau pertukaran penempatan iklan banner di situs web masing-masing


7. Pop-up Ad
Sebuah iklan yang muncul di jendela terpisah sebelum, sesudah, atau selama surfing internet atau ketika membaca e-mail


8. Pop-under Ad
Sebuah iklan yang muncul di bawah jendela browser
yg digunakan, sehingga ketika pengguna menutup jendela aktif iklan masih di layar


9. E-Mail Advertising
Sebuah iklan yang ada di dalam e-mail


10. Newspaper-Like and Classified Ads
Iklan Baris adalah bentuk iklan yang sangat umum dalam surat kabar, majalah online dan lainnya yang dapat dijual atau dibagikan secara gratis. Iklan di surat kabar biasanya pendek, karena mereka dikenakan biaya untuk oleh garis, dan satu kolom surat kabar yang luas


11. Periklanan Mesin Pencari

- URL Listing

- Keyword Advertising

- Search engine optimization (SEO) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut

Metode tidak etis iklan online

Selain metode etis periklanan online, seperti penggunaan aplikasi yang ramah pengguna, terdapat juga metode kelas iklan yang dianggap tidak etis dan bahkan mungkin dianggap ilegal. Ini termasuk aplikasi eksternal yang mengubah pengaturan sistem (seperti browser's home page), pop-up, dan memasukkan iklan ke dalam halaman web non-afiliasia, plikasi seperti itu biasanya dicap sebagai spyware atau adware.




Source : http://coretandigital.blogspot.com/2009/11/apa-dan-bagaimana-online-advertising.html